Kritiklah Aku Jika Itu Baik


Utarakan apa yang kau dengar
Sampaikanlah apa yang kau rasa
Katakanlah apa yang kau lihat
Serukan itu semua jika bisa membuat perubahan
Hidup memang penuh misteri.

Tak bisa dipungkiri, langkah kehidupan itu ada yang baik dan bahkan ada yang mendekati kesalahan. Benar dan salah itu alamiah. Benar tercipta karena tak ada  kesalahan. Salah bisa terwujud karena tidak mencapai kebenaran. Itulah sekilas gambaran kehidupan,

Manusia tak pernah lekang dari teori benar dan salah. Keduanya pastilah sudi untuk melakukan hal tersebut. Teori benar dan salah, titik banyaknya memiliki manfaat. Karena tidak semua yang kita lihat, dengar dan rasakan itu selalu benar. Benar menurut kita, belum tentu benar menurut orang lain.

Berdasarkan paradigma kehidupan tersebut, timbulah teori berikutnya yaitu adanya pro dan kontra. Pro kerena merasa benar dan kontra kerana tak benar pastinya. Tindak-tanduk daripada kedua teori ini perlu kita rembukkan bersama. Untuk menemukan jalan tengah antara benar dan salah.

Benar dan salah itu haruslah di ungkapkan. Ketika kita di anggap salah oleh orang lain terhadap perbuatan yang kita rasa benar, maka tanyakanlah. Begitu juga sebaliknya. Ingat! Untuk mencapai teori ini, agar berbuah hasil, singkirkanlah perasaan yang terlalu atau bahkan bisa menjadi mendramatisir.

Karena jika mengikuti perasaan, terkadang penilaian salah kepada kita yang diungkapkan oleh orang lain membuat hati bergemuruh. Orang-orang yang menggunakan perasaan dalam suatu hal pasti tak bisa menapik bahwa ini adalah sebuah teori yang benar. Hati dan logika terkadang sulit untuk dipadu. Alasannya apa, masih belum bisa dipaparkan secara eksplisit. Tapi, bagi mereka yang sudah berhasil memadu ini, bisa mengatakannya dengan gamblang “Teori benar dan salah akan terlihat jika bisa dengan saling mengkritiki.”

“Kritiklah aku jika itu baik.”

Sedikit bercerita. Mungkin cerita ini bisa menjadi tolak ukur teori benar dan salah tersebut. Baru-baru ini ada seorang perempuan yang merasa sangat resah. Resah melihat teman-temannya yang tidak merasakan rasa itu. Perempuan itu ingin sekali teman-temannya menjadi sosok yang disiplin. Menurutnya, kunci utama keberhasilan adalah jika mampu berdisiplin.

Banyak cara dilakukannya. Salah satunya dengan sering mengingatkan.
“Ayolah kawan,, marikita belajar disiplin. Setidaknya mulalilah itu dari diri kalian,” katanya saat itu.
Seiring waktu, terciptalah suatu suasana, suasana yang tak semakin disiplin. Ketidaksiplinan membuat kinerja teman-temannya menjadi lamban. Berulang kali diingatkan, tetapi tetap saja nihil. Perempuan itu hanya bisa diam. “Man Shabara Wal Zhafira.”

Perubahan tetap tak kunjung hadir. Sepertinya tidak disiplin sudah menjadi kebiasaan. Teringat perempuan itu akan perkataan gurunyanya dahulu. “Untuk mencapai perubahan yang bermanfaat itu tidaklah mudah. Tapi semangatlah. Gigihkan tekadmu. Berlakonlah seperti Belanda, tetapi tetaplah berjiwa akan darah tanah airmu. Kalau cara ini juga tak membuat perubahan, anggaplah ini proses. Berarti semangatmu akan semakin di uji,” ungkap sang guru panjang sekali.

Perempuan itu berusaha untuk menjajah. Tapi dengan maksud dan tujuan yang baik. Sayangnya, teman-temanya tak sadar akan hal itu semua. Teori penjajahan sedikitnya membawa hasil. Tapi sayang, “kau hanya memaksa kehendak,” ujar seorang kawannya.

Sang perempuan hanya bisa tersenyum. Hati terluka. Tapi ini bukanlah waktu yang tepat untuk bermain hati. Untuk mencapai suatu keberhasilan memang harus banyak jalan yang dilangkahi.

“Lebih baik di asingkan daripada menyerah pada kemunafikkan” merupakan kalimat melegenda Soe Hok gie. Tidak disiplin bagi sang perempuan adalah kemunafikkan. Ia rela dipandang kiri, tapi berharap alur disiplin terbina.

Terkadang tekanan memang terkesan menindas. Minimal menindas hati. Tapi belajarlah. Sebelum hati kalian merasa tertindas, belajarlah untuk memahami bagaimana teori benar dan salah itu.

“Life is a choice.”

Jangan hanya mengandalkan hati, tetapi kompromilah dengan akal jua. Apapun jawabannya, jadikanlah hal itu sebagai pembelajaran. Teori benar dan salah akan tercipta dengan cara memberikan pandangan, maka kritiklah. Karena hidup ini butuh akan kritikkan. Dan yakinlah, mereka yang sering mendapat kritikkan adalah calon-calon orang besar. Karena untuk menjadi besar harus melalui proses yang berliku.
Tags: , ,

About author

Curabitur at est vel odio aliquam fermentum in vel tortor. Aliquam eget laoreet metus. Quisque auctor dolor fermentum nisi imperdiet vel placerat purus convallis.